Sabtu, 24 Desember 2011

Benda dan Sifat Benda


BENDA DAN SIFAT BENDA
A.    Benda dan Sifatnya
a.       Sifat-sifat benda padat
1.      Bentuk Benda Padat Tetap, Tidak Mengikuti Bentuk Wadahnya
Benda padat mempunyai bentuk dan ukuran tetap, walaupun dipindahkan ke tempat yang berbeda. Misalnya kacang goreng yang ada di dalam toples sama bentuknya dengan kacang goring di piring. Bola di dalam keranjang tidak berubah bentuk jika diletakkan di lantai. Demikian juga pensil, penghapus tidak berubah bentuk jika dimasukkan ke kotak pensil. Hal itu berarti bentuk benda padat tetap, tidak mengikuti bentuk wadahnya. Benda padat tetap atau tidak berubah bentuk jika tidak ada perlakuan tertentu.
2.      Bentuk Benda Padat dapat Diubah
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu sering menyaksikan bentuk benda padat berubah. Misalnya, piring yang jatuh pecah berserakan, kertas sobek, dan kacang tanah hancur setelah ditumbuk. Jika plastisin kamu tekan, maka bentuk plastisin berubah. Begitu pula, bentuk pensil yang kamu raut pasti berubah. Ujung pensil yang diraut menjadi runcing. Bentuk padat dapat diubah jika benda padat itu mendapat perlakuan tertentu, misalnya ditekan, didorong, atau dipotong.
3.      Benda Padat Memiliki  Volume yang Tetap
4.      Benda Padat Memiliki Berat
Semua benda padat pasti memiliki berat tertentu.
Berdasarkan kekerasan dan kelenturannya benda padat dibedakan menjadi :
·         Benda padat yang keras dan berat. Contohnya besi dan kayu
·         Benda padat yang keras dan ringan. Contohnya kapas, kain, stryrofoam dll.
·         Benda padat yang lunak, contohnya tanah lembek dan benda padat yang lentur seperti per, kasur busa dan karet.

c.sifat-sifat benda cair
1.      Bentuk Benda Cair Tidak Tetap, Selalu Mengikuti Bentuk Wadahnya
            Jika kamu memperhatikan ibu memasak, kamu pasti mengetahui bahwa bentuk benda cair dapat berubah. Misalnya, bentuk minyak goreng dalam botol berubah jika dituang ke penggorengan. Demikian pula jika dituang ke botol, bentuk air seperti bentuk botol. Jika air dituang ke gelas, bentuk air seperti bentuk gelas. Hal itu berarti bahwa bentuk benda cair tidak tetap selalu mengikuti bentuk wadahnya.
2.      Bentuk Permukaan Benda Cair yang Tenang Selalu Datar
            Bentuk permukaan benda cair yang tenang berbeda dengan benda cair yang bergelombang. Kamu mudah mengamati bentuk permukaan benda cair jika kamu mengamatinya dalam wadah tembus pandang. Terlihat bahwa walaupun wadahnya dimiringkan , permukaan benda cair yang tenang tetap datar. Bagaimanapun cara kamu memiringkanny, permukaan benda cair yang tenang selalu datar.

3.      Benda Cair Mengalir ke Tempat Lebih Rendah
            Banyak sekali benda cair yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, misalnyaaliran air di sekitar rumahmu, misalnya di selokan, sungai, atau di atap rumah. Air hujan yang jatuh ke atas rumah mengalir melalui genteng dan talang. Dari situ, air mengalir ke selokan dan akhirnya ke sungai. Air terjun juga mengalir deras dan jatuh melalui tebing yang curam. Air terjun memberikan pemandangan yang menakjubkan.
4.      Benda Cair Menekan ke Segala Arah
            Air mempunyai tekanan. Semakin dalam, tekanan air pada tempat itu semakin besar. Hal itu dapat dibuktikan dengan pancaran air. Pancaran air dari tempat lebih dalam tampak lebih jauh. Itulah sebabnya tembok bendungan dibuat makin ke bawah makin tebal. Tembok dibuat makin tebal untuk menahan tekanan air yang makin besar di bagian paling dalam.
5.      Benda Cair Meresap Melalui Celah-celah Kecil
            Apa yang kamu lakukan jika minumanmu tumpah di meja atau di lantai? Kamu dapat melap tumpahan minuman itu dengan kertas tisu atau kain pel. Tumpahan minuman menjadi kering, sedangkan tisu dan kain pel menjadi basah. Benda cair telah pindah ke tisu dan kain pel. Benda cair itu meresap ke dalam tisu dan kain pel.
            Apa yang terjadi jika kamu melap tumpahan benda cair dengan lembaran plastic? Tumpahan benda cair itu tidak dapat meresap ke lembaran plastic.
            Kertas tisu dan kain pel memiliki banyak celah kecil, sedangkan lembaran plastic tidak. Akibatnya tisu dan kain pel dapat diresapi benda cair, sedangkan lembaran plastic tidak. Akan tetapi, celah kecil itu tidak mudah kamu amati tanpa alat bantu, seperti mikroskop.
            Berbagai peristiwa meresapnya benda cair melalui celah-celah kecil terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa itu disebut kapilaritas.
      Misalnya, minyak tanah meresap pada sumbu kompor atau sumbu lampu temple.

b.      Sifat-sifat benda gas
1.      Bentuk Benda Gas Tidak Tetap
Ketika kamu meniup balon, kamu memasukkan udara ke dalam balon. Semakin kuat kamu meniup, semakin banyak udara kamu masukkan ke dalam balon. Akibat tiupan itu, balon mengembang. Udara mengisi seluruh ruang dalam balon. Hal ini berarti bentuk benda gas tidak tetap karena benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya.
2.      Benda Gas Menekan ke Segala Arah
Kamu tahu bahwa balon dan kantong plastic mengembang ke seluruh bagian jika ditiup. Hal ini menunjukkan bahwa udara menekan ke segala arah.

B.     Perubahan Sifat Benda
Jika kita meletakan es di udara terbuka dan kondisi suasana panas,apa yang terjadi? Ternyata perlahan –lahan es tersebut menjadi cair.saat mansih mengeras es merupakan benda padat ,akan tetapi ketikaterkena udara panas es berubah menjadi cair.
Beberapa hal yang merubah sifat benda antara lain: dibakar, dipanaskan, didinginkan, dan benda diletakan di udara terbuka.
Perubahan sifat benda karena dibakar
Benda yang dabakar akan mengalami perubahan sifat.Sifat yang mudah diamati atau dirasakan antara lain: warna,bentuk,ukuran ,bau dan(khusus untuk makanan terjadi perubahan rasa).
Contoh : yang mudah diamati adalah saat membakar sampah.

Perubahan sifat karena benda di panaskan

Pada saat kamu memakan es krim, lama-kelamaan es krim tersebut akan mencair. Mencairnya es krim disebabkan karena suhu di luar lebih tinggi (panas) dari pada suhu es krim tersebut. Selain es krim, mentega juga mengalami hal yang sama ketika dipanaskan. Bagaimana jika air dipanaskan? Pemanasan air akan mengakibatkan air berubah wujud menjadi uap air (gas). Jadi pemanasan mengakibatkan benda mengalami perubahan wujud. Benda padat apabila dipanaskan akan berubah menjadi cair dan benda cair apabila dipanaskan akan berubah menjadi uap air.
Benda yang dipanaskan pada suhu tertentu dapat mengalamiperubahan sifat antara lain: wujudnya dapat berubah dari padat menjadi cair.(contohnya saat memanaskan coklat,margarin),dari cair menjadi uap air(contoh saat memanaskan air,ada sebagian air menjadi uap air).Selain itu juga mengalami perubahan ukuran,bentuk,warna,rasa,dan bau(khususnya pada makanan)
Perubahan sifat benda karena diletakkan di udara terbuka
Beberapa benda dapat mengalami perubahan sifat karena berada di udara terbuka :
Terjadi perubahan dari padat menjadi air(es batu),dari padat menjadi gas(kemper/kapur barus).
Perubahan sifat benda karena didinginkan pada suhu tertentu
Beberapa benda dapat mengalami perubahan sifat karena didinginkan pada suhu tertentu antara lain: terjadi perubahan dari cair menjadi padat(contoh: pembuatanes),dari gas menjadi cair(contoh pengembunan air).

Pendinginan

Es krim atau es yang biasa kamu beli di sekolah atau warung dekat rumahmu sebenarnya berasal dari bahan-bahan yang berbentuk cairan. Apabila cairan tersebut didinginkan maka akan berubah wujud menjadi padat, yaitu es. Mentega yang dicairkan setelah dipanaskan akan kembali menjadi padat setelah didinginkan. Jadi, pendinginan menyebabkan benda mengalami perubahan wujud. Benda cair akan berubah wujudnya menjadi benda padat.

Pembakaran

Image:pendingin.jpg
Dalam kegiatan yang kamu lakukan sebelumnya, kamu membakar ketas yang besrwarna putih. Pada saat di bakar kertas tersebut mengalami perubahan warna dan bentuk. Sebelum dibakar kertas tersebut berwarna putih, namun setelah dibakar warna kertas berubah menjadi hitam. Selain perubahan warna, kertas juga mengalami perubahan bentuk dari berupa lembaran menjadi abu. Jika kamu membakar karet maka selain bentuk dan warnanya akan berubah, kelenturan dan baunya pun menjadi berubah. Oleh karena itu, pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, kelenturan, dan bau.

Pembusukan

Image:pembakaran.jpg
Apa yang akan terjadi jika kamu menyimpan buah di udara terbuka dalam waktu beberapa hari? Tentunya buah itu akan menjadi lembek, layu, dan warnanya pun berubah. Hal ini terjadi karena buah yang dibiarkan di udara terbuka akan mengalami pembusukan. Jadi, pembusukan juga mengakibatkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, dan bau.

Perkaratan

Kamu mungkin pernah melihat besi atau rantai sepedamu berkarat. Logam seperti besi, dapat mengalami perkaratan apabila terkena air atau uap air dan dibiarkan dalam waktuyang lama. Perkaratan ini menyebabkan warna besi berubah dan besi menjadi rapuh. Perkaratan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan warna dan kekuatan.

Image:perkaratan.jpg


C.     Perubahan wujud benda 

Benda dapat mengalami perubahan karena pemanasan, pendinginan, pembakaran, pembusukan, dan perkaratan. Perubahan benda tersebut meliputi perubahan, warna, bentuk, kelenturan, kekuatan, dan bau. Perubahan wujud pada benda dikelompokkan menjadi dua, yaitu peubahan wujud yang dapat dibalik dan perubahan wujud yang tidak dapat dibalik. Perubahan Wujud Benda dapat dibagi menjadi menjadi dua yaitu :  perubahan wujud benda yang dapat Balik dan Tidak Dapat Balik.

1. Perubahan Wujud Benda yang Dapat Balik

Pada perubahan wujud yang dapat balik, benda yang mengalami perubahan dapat kembali ke bentuk semula. Salah satu contohnya adalah perubahan pada air. Air jika didinginkan akan menjadi es. Es ini apabila dipanaskan akan kembali menjadi air. Dalam hal ini perubahan air merupakan perubahan wujud yang dapat balik. Perhatikan diagram berikut ini!
Image:rumus.jpg

2. Perubahan Wujud Benda yang Tidak Dapat Balik

Sebagian besar benda yang mengalami perubahan wujud tidak dapat kembali ke bentuk atau wujud semula. Apabila kertas dibakar maka kertas menjadi serpihan abu yang berwarna hitam. Serpihan abu yang berwarna hitam ini tidak dapat kembali menjadi kertas. Perubahan wujud kertas merupkan contoh perubahan wujud benda yang tidak dapat balik. Selain itu, perubahan beras menjadi nasi yang kita makan sehari-hari juga merupakan peubahan wujud benda yang tidak dapat dibalik. Hal ini disebabkan karena setelah beras di masak menjadi nasi, nasi tersebut tidak dapat kembali menjadi beras dengan cara apapun juga.
Image:rumus2.jpg



Dalam pokok bahasan mengenai wujud benda disini diantaranya Benda Padat, Benda Cair, dan Benda Gas. Setiap benda memiliki molekul zat yang mempunyai ciri-ciri yang berbeda, mulai dari zat padat, zat cair dan zat gas.
1.      Ciri khas molekul zat padat
ü  Gaya tarik menarik sangat kuat
ü  Susunannya berdekatan satu sama lain
ü  Letaknya berdekatan
ü  Tidak bisa bergerak bebas
2.      Ciri khas molekul zat cair
ü  Gaya tarik menarik tidak begitu kuat
ü  Susunannya tidak beraturan
ü  Letaknya agak renggang
ü  Bergerak bebas berpindah-pindah tempat
3.      Ciri khas molekul zat gas
ü  susunannya sangat tidak teratur
ü  letaknya saling berjauhan
ü  bergarak sangat bebas
 Dari masing-masing benda padat, benda cair dan benda gas ini dapat mengalami perubahan wujud, diantaranya:
1.      Mencair atau melebur
Perubahan wujud benda padat menjadi benda cair. Contohnya pada sabun mandi yang kita pakai sehari hari, apabila sabun mandi direndam dengan air maka akan menjadi cair.
2.      Membeku
Perubahan wujud benda cair menjadi benda padat. Contohnya: air menjadi es.
3.      Menguap
Perubahan wujud benda cair menjadi gas. Contohnya: jemuran yang basah menjadi kering.
4.      Mengembun
Perubahan wujud benda gas menjadi cair. Contohnya: tetes air pada tutup panci yang diangka ketika memasak air maupun makanan.
5.      Menyublim
Perubahan wujud benda dari padat menjadi gas. Contohnya: kapur barus menjadi gas.
Perubahan wujud benda itu dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kondisi dan sifat benda. Adanya suhu, kelembaban udara, ada tidaknya kuman juga menyebabkan perubahan pada benda.
Cepat lambatnya perubahan pada benda dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
a.       Suhu atau temperatur yang berubah-ubah
b.      Kelembaban
c.       Kadar garam dan keasaman
d.      Bakteri pembusuk

Dari perubahan wujud benda padat, benda cair, benda gas ada yang bersifat sementara dan ada yang tidak.
Dari perubahan wujud tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.Perubahan Fisika
Pwrubahan mater secara fisis atau secara fisika adalah perubahan yang merubah suatu zat dalam hal bentuk, wujud atau ukura, tetapi tidak merubah zat tersebut menjadi zat baru. Pada perubahan fisika dapat dikembalikan dari output menjadi input.
Contoh perubahan fisika:
a)      Perubahan wujud
1.      Es balok yang mencair menjadi air
2.      air menguap menjadi uap
3.      kapur barus menyublim menjadi gas, dsb.
b)      Perubahan bentuk
1.      Gandum yang digiling menjadi tepung terigu
2.      benang diubah menjadi kain
3.      batang pohon dipotong-potong menjadi kayu balok dan triple, dsb
c)      Perubahan rasa berdasarkan alat indra
1.    Perubahan suhu
2.     Perubahan rasa, dsb
2)      Perubahan materi secara kimia
Perubahan materisecara kimia adalah perubahan dari suatu zat atau materi yang menyebabkan terbentuknya zat baru. Pada perubahan kimia tidak dapat dikembalikan menjadi bentuk semula secara sempurna.
Contoh perubahan kimia:
a)      Bensin biodiesel sebagai bahan bakar berubah dari cair mnjadi asap knalpot.
b)      Proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan sebagainya menjadi makanan.
c)      Bom meledak yang merubah benda padat menjadi pecahan an ledakan.

D.    Larutan
Larutan merupakan fase yang setiap hari ada disekitar kita. Suatu  sistem  homogen  yang  mengandung  dua  atau  lebih  zat  yang masing-masing komponennya tidak bisa dibedakan secara fisik disebut larutan,  sedangkan  suatu  sistem  yang  heterogen  disebut  campuran. Biasanya istilah larutan dianggap sebagai cairan yang mengandung zat terlarut,  misalnya  padatan  atau  gas  dengan  kata  lain  larutan  tidak hanya terbatas pada cairan saja.
Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut dan zat terlarut,  yang  dapat  dipertukarkan  tergantung  jumlahnya.  Pelarut merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak,  sedangkan  komponen  minornya  merupakan  zat  terlarut. Larutan  terbentuk  melalui  pencampuran  dua  atau  lebih  zat  murni yang  molekulnya  berinteraksi  langsung  dalam  keadaan  tercampur. Semua gas bersifat dapat bercampur dengan sesamanya, karena itu campuran  gas  adalah  larutan. 
Sehingga dapat di simpulkan bahwa larutan dapat terjadi karena adanya dua zat yang berbeda yaitu zat terlarut dan zat pelarut. Adapun definisi di antara keduanya yaitu sebagai berikut :
1.      Zat pelarut adalah zat yang dapat melarutkan benda, biasanya berbentuk cairan, sebagai contoh adalah air dapat melarutkan butiran-butiran gula, alkohol dapat melarutkan lemak, bensin dapat melarutkan styrofoam (gabus).
2.      Zat terlarut adalah zat yang dapat terpecah hancur dan menyatu dengan air. Misalnya gula, garam atau detergen.

Jenis-jenis larutan

·      Gas dalam gas – seluruh campuran gas
·      Gas dalam cairan – oksigen dalam air
·      Cairan dalam cairan – alkohol dalam air
·      Padatan dalam cairan – gula dalam air
·      Cairan dalam padatan – Hg dalam perak
·      Padatan dalam padatan – alloys


Tabel 1.1                           Pengamatan Zat Pelarut danTerlarut
No.
Nama Bahan
Alkohol
Air
Oli
Bensin
1
Gula Pasir




2
Minyak goreng




3
Gabus




4
Kopi




5
Susu Bubuk




6
Tepung terigu




7
Sirop





Macam-macam larutan :

a. Larutan Elektrolit

Berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik (didasarkan  pada  daya  ionisasi),  larutan  dibagi  menjadi  dua,  yaitu larutan  elektrolit,  yang  terdiri  dari  elektrolit  kuat  dan  elektrolit lemah serta larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang  dapat  menghantarkan  arus  listrik,  sedangkan  larutan  non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

b. Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat terlarut yang berada didalam pelarut (biasanya  air),  seluruhnya  dapat  berubah  menjadi  ion-ion  dengan harga derajat ionisasi adalah satu  (α  =  1) Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
·      Asam kuat, antara lain: HCl, HClO3, HClO4, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
·      Basa  kuat,  yaitu  basa-basa  golongan  alkali  dan  alkali  tanah, antara lain : NaOH, KOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain.
·      Garam-garam  yang  mempunyai  kelarutan  tinggi,  antara  lain : NaCl, KCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain.

c. Larutan Elektrolit Lemah

Larutan   elektrolit   lemah   adalah   larutan   yang   mampu menghantarkan  arus  listrik  dengan  daya  yang  lemah,  dengan  harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0 < α < 1).Yang tergolong elektrolit lemah adalah:
·      Asam  lemah,  antara  lain:  CH3COOH,  HCN,  H2CO3,  H2S  dll
·      Basa lemah, antara lain: NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain.
·      Garam-garam yang sukar larut, antara lain: AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain.

d. Larutan non-Elektrolit

Larutan   non-elektrolit   adalah   larutan   yang   tidak   dapat menghantarkan  arus  listrik,  hal  ini  disebabkan  karena  larutan tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak meng-ion). Yang termasuk dalam larutan non elektrolit antara lain :
·      Larutan urea
·      Larutan sukrosa
·      Larutan glukosa
·      Larutan alkohol dan lain-lain
Pernahkah Anda membuat sirup? Sirup dapat dibuat dengan mencampurkan gula pasir dan air. Apabila gula pasir  dimasukkan dalam air  dan diaduk maka padatan gula pasir akan menghilang. Kemanakah perginya gula pasir?
Ambillah segelas air sirup. Dengan bantuan sedotan, rasakan sirup dibagian dasar gelas, tengah gelas dan permukaan gelas, bagaimana  rasanya? Apakah ada perbedaan rasa? Amati warna sirup di seluruh bagian, apakah ada perbedaan? Sirup merupakan salah satu contoh larutan.
Larutan merupakan campuran yang homogen, yaitu campuran yang memiliki komposisi merata atau serba sama di seluruh bagian volumenya. Apa saja komponen dari larutan?  Suatu larutan mengandung dua komponen atau lebih yang disebut zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya sedikit, sedangkan pelarut adalah komponen yang terdapat dalam jumlah banyak. Pada contoh di atas, air merupakan pelarut sedangkan gula merupakan zat terlarut.




E.     Sifat Bahan dan Penggunaannya
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari penggunaan berbagai alat yang terbuat dari bahan-bahan baik benda padat, cair atau gas. Penggunaan berbagai bahan tersebut terlebih berdasarkan sifat dan behan yang dimiliki. Misalkan mobil, rangka mobil harus terbuat dari bahan yang bersifat keras, kuat, dapat menahan beban dan tidak mudah patah, bahan yang memiliki sifat tersebut adalah logam besi atau baja. Ataupun jas hujan, harus memiliki sifat anti air (tidak menyerap air), ringan dan lentur bahan yang memiliki sifat tersebut adalah plastik. Berbagai jenis-jenis bahan yang digunakan  untuk membuat barang dapat terbuatdari plastik, kayu, logam, keret kaca, kertas dan lain-lain.
Mengapa kerangka mobil terbuat dari dan jas hujan terbuat dari plastik? Dan mengapa tidak mengguakan bahan lain seperti kaca? Alasan pemilihan bahan menjadi penting agar ketika barang yang di pergunakan memiliki beberapa keuntungan. Hal-hal yang perlu di pertimbangkan adalah dari segi kekuatan bahan menahan beban, daya serap terhadap air, daya serap terhadap panas dan listrik, kelunturan bahan, berat ringannya beban, mudah dan sukranya proses pembuatan, sampai keawetan bahan.
Sifat Bahan
Penggunaan bahan menurut sifatnya
Pengamatan
ü  Kekuatan menahan beban contohnya : besi dan baja
Kegunaan : bahan kontruksi
-          Bahan plastik
-          Bahan karet
-          Bahan kertas
-          Bahan logam
-          Bahan kaca
Membandingkan bahan-bahan tertentu yang sesuai sifat dan keguaannya.
ü  Daya serap bahan terhadap air, contohnya : kertas, kain, busa
Kegunaan : tisu, serbet, kain pel

Pengamatan terhadap berbagai kemasan produk makanan
Daya serap bahan terhadap panas, Contoh : ebonit, plastik, aluminium.
Kegunaan : panci, pembungkus teko


Berbagai alat rumah tangga yang di hubungakan dengan sifat bahan dan kegaannya
Daya hantar istrik
Contoh : tembaga
Kegunaan : kabel listrik 


Kelenturan bahan
Contoh : karet
Kegunaan : ban mobil, ban sepeda  





Bobot bahan
Contoh : aluminium
Kegunaan : bodi mobil


Keawatan bahan






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar